STRATEGI PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI DESA BIKEKNENO KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

Authors

  • Maria Charolina Timbu Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Indonesia
  • Ika Kristinawanti Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Indonesia
  • Rynaldo Davinsy Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Indonesia
  • Fabianus Ranta Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Indonesia
  • Laurentius D. Wisnu Wardhana Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Indonesia
  • Blasius Paga Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Indonesia
  • Aah Ahmad Almulqu Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Indonesia

Keywords:

Program Kerja HKm, Strategi Pengembangan, SWOT

Abstract

Hutan Kemasyarakatan (HKm) adalah hutan negara dimana pemanfaatan utama ditujukan untuk memberdaya masyarakat setempat. Dengan kata lain, HKm merupakan langkah pengelolaan hutan yang tepat untuk meningkatkan potensi hutan dengan melibatkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program-program kerja yang sudah diterapkan dan menganalisis strategi yang dapat digunakan dalam pengembangan program HKm yang dikelola oleh Gapoktan Olif tataf. Data dikumpulkan melalui wawancara berdasarkan kuesioner dan observasi langasung ke lokasi HKm. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 103 orang yang merupakan anggota gapoktan, data yang dikumpulkan dari responden kemudian dianalisis menggunakan SWOT untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal dalam program pengembangan HKm. Hasil penelitian menunjukan bahwa program kerja yang suda diterapkan bersama anggota Gapoktan Olif Tataf meliputi, pembentukan anggota KTH, kegiatan konservasi, kegiatan perlindungan dan pengamanan kawasan hutan, program strukturan dan pertemuan rutin. Dari program tersebut ada beberapa program yang belum dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang sudah ditetapkan. Strategi pengembangan HKm melalui program perhutanan sosial bersama Gapoktan Olif Tataf, di Desa Bikekneno adalah strategi (SO) atau strategi pengembangan agresif dengan nilai faktor internal 0,40 dan eksternal 0,39. Dimana situasi ini sangat menguntungkan, sehingga dengan kekuatan yang dimiliki dapat memanfaatkan peluang yang ada menjadi keuntungan bagi program HKm.

References

Agusti, T.M., Nurjaya, I. N., dan Koeswahyono, I. 2019. Implementasi Regulasi Perhutanan Sosial Yang Bermanfaat Bagi Masyarakat Sekitar Hutan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraaan, 4 (2): 300-309.

Amalia, D. N. 2019. Revolusi Industri 4.0 dan Generasi Mileneal.

Anwar W. 2015. Implementasi Program Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Di Desa Harapan Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Skripsi. Universitas Hasanuddin, Makassar

Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Astuti. 2011. Desentralisasi dan Partisipasi Masyarakaat Dalam Membayar Pendidikan. Perpustakaan Pelajaran. Yogyakarta

Arifandy Imam, Sihaloho, dan Marta .2015. Efektivitas Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat Sebagai Resolusi Konflik Sunberdaya Hutan. Jurnal Sosiologi Pedesaan

Elisabeth K. 2017. Pemberdayaan masyarakat melalui kebijakan Hutan Kemasyarakatan untuk menciptakan Kesejateraan (Studi Kasus Kelompok HKm Karya Bersama di Kampung Marga Jaya Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah). Skripsi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik , Universitas Lampung.

Emzir, 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Mulyana, M., & Moeis, J. P. (2022). Dampak program perhutanan sosial terhadap pertumbuhan usaha dan deforestasi: Bukti empiris dari Indonesia. E-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, 11(1), 1–20.

Nazir, M. 2013. Metode Penelitian. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Pambudi, A. S. (2023). Capaian, tantangan implementasi, dan rekomendasi kebijakan perhutanan sosial di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pemerintahan, 6(2), 74–94.

Supriatna, A., Subagja, I. K., Hakim, A., Ermanto, C., & Ali, A. (2024). Strategi pengembangan perhutanan sosial untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 4(6), 429–432. https://doi.org/10.59141/cerdika.v4i6.817

Satria, D., Syarifuddin, H., & Marwoto. (2023). Analisis pengelolaan perhutanan sosial di Sarolangun Provinsi Jambi. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 6(1), 12–19.

Sitorus, A. (2022). Strategi pengelolaan hutan rakyat Pinang Jaya Kemiling dengan analisis SWOT. Tengkawang: Jurnal Ilmu Kehutanan, 11(1), 1–10.

Tampubolon, R., Zuska, F., & Purwoko, A. (2021). Strategi pendampingan dalam pengembangan usaha kelompok perhutanan sosial di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Jurnal Serambi Engineering, 6(4), 2510–2519.

Wiratno. 2017. Solusi Alang-alang dan Peranan Perhutanan Sosial Provinsi Kalimantan Selatan. Diunduh 16 Mei 2025 dari www.fkkm.org.

Yuwono. T., dan Andani. P. 2019. Implementasi Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial. Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyalali. Universitas Gadjah Mada.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Timbu, M. C. ., Kristinawanti, I. ., Davinsy, R. ., Ranta, F. ., Wardhana, L. D. W. ., Paga, B. ., & Almulqu, A. A. . (2025). STRATEGI PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI DESA BIKEKNENO KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN. Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi, 13(2), 82-95. Retrieved from https://www.iocscience.org/ejournal/index.php/Fruitset/article/view/6362