Pengaruh Lama Pengeringan Dan Lama Perendaman Dalam Krioprotektan Terhadap Viabilitas Benih Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Secara Kriopreservasi
Keywords:
lama pengeringan, lama perendaman, kriopreservasi, benih rosellaAbstract
Teknik kriopreservasi merupakan teknik yang potensial untuk penyimpanan jangka panjang, yaitu menyimpan tanaman ke dalam nitrogen cair yang bersuhu -196ºC. Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air benih yang dapat meningkatkan viabilitas benih. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan,dari bulan Maret sampai April 2016, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah lama pengeringan dengan 5 taraf yaitu 0 jam; 24 jam; 48 jam; 72 jam; 96 jam dan faktor kedua lama perendaman dalam krioprotektan dengan 5 taraf yaitu 0 menit; 30 menit; 60 menit; 90 menit; 120 menit. Parameter pengamatan adalah kadar air (%), laju perkecambahan (hari),kecambah normal (%), kecambah abnormal (%), benih mati (%), indeks vigor, bobot basah kecambah (g), bobot kering kecambah (g). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan lama pengeringan berpengaruh nyata terhadap parameter air benih (%), laju perkecambahan (hari), kecambah normal (%), kecambah abnormal (%), benih mati (%), indeks vigor, bobot segar kecambah (g) dan bobot kering kecambah (g). Perlakuan lama perendaman dalam krioprotektan berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan kecambah abnormal (%), bobot segar kecambah (g) dan bobot kering kecambah (g). Interaksi lama pengeringan dan lama perendaman dalam krioprotektan berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar air benih hingga 11,81%, mempercepat laju perkecambahan menjadi 6,44 hari dan menurunkan kecambah abnormal 6,00 %.
References
Marwati, S. 2010. Pengolahan Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) Sebagai Minuman Kesehatan, Bul. Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY
Wattimena, G.A., L.W. Gunawan, N.A. Matjik, E. Syamsudin, N.M.A. Wiendi, dan A. Ernawati. 1992. Bioteknologi tanaman. PAU IPB. Bogor. 306 hal.
Roostika, I., Darwati, I., dan Meiga, R. 2007. Kriopreservasi Tanaman Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) dengan Teknik Kriopreservasi. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. Bogor.
Hardaningsih, W., Muzzakir, dan I. Suliansyah. 2012. Kriopreservasi Sebagai Upaya Konservasi Plasma Nutfah Jangka Panjang Secara in Vitro Beberapa Genotipe Pisang (Musa spp L.). J. Embrio. 5(2): 69-75
Harahap, A. A., Haryati, dan L. A. M. Siregar. 2015. Pengaruh Jenis dan Lama Perendaman Krioprotektan Terhadap Viabilitas Benih Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Secara Kriopreservasi. J. Online
Sakai, A., S. Kobayashi, dan I. Oiyama. 1990. Cryopreservation of Nucellar cells of Navel Orange (Citrus sinensis Osb. Var Brasiliensis Tanaka) by vitrification. Plant Cell Report 9:30-33.


