Potensi Terbentuknya Kalus Embriogenik Pada Beberapa Varietas Kedelai (Glycine Max (L.) Merill) Toleran Terhadap Kondisi Hipoksia Secara In Vitro

Authors

  • Sopa Putri Tanjung Universitas Sumatera Utara

Keywords:

Identifikasi Kalus Embriogenik Kedelai, ZPT 2,4 D, IAA, NAA, Penggenangan.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan identifikasi kalus embriogenik pada beberapa varietas kedelai (Glycine max (L.) Merill) toleran terhadap kondisi hipoksia secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan dan Laboratorium Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dari bulan Maret sampai September 2016, Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah varietas kedelai yang terdiri dari 3 taraf yaitu Baluran, Gepak kuning, Wilis. Faktor kedua adalah media dengan zat pengatur tumbuh yang terdiri dari 3 taraf yaitu 2,4-D, NAA, IAA 10 mg/l. Parameter yang diamati adalah persentase eksplan membentuk kalus embriogenik, warna kalus, struktur kalus, tipe perkembangan kalus, analisis histologi kalus, bobot segar kalus total, pengukuran kandungan klorofil total, pengukuran konsentrasi protein, pengukuran nilai aktifitas enzim Super Oksida Dismutase (SOD) dan pengukuran nilai aktivitas enzim peroksidase (POD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi varietas Gepak kuning dan Wilis dengan pemberian ZPT 2,4-D 10 mg/l berpengaruh terhadap pertumbuhan kalus embriogenik, bobot segar kalus total, kandungan klorofil total, konsentrasi protein, nilai aktivitas enzim Super Oksida Dismutase (SOD) dan nilai aktivitas enzim Peroksidase (POD), tetapi perlakuan varietas Baluran terhadap ketiga jenis ZPT dan perlakuan ZPT NAA dan IAA 10 mg/l terhadap ketiga jenis varietas tidak berpengaruh terhadap semua parameter yang diamati.

References

Mapegau. 2006. Pengaruh Cekaman Air terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merr). Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Jambi. Jurnal Ilmiah Pertanian Kultura. 41(1):43-51.

Kemeterian Pertanian. 2015. Pedoman teknis pengelolaan produksi kedelai tahun 2015. Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.

Hapsari, R. T. dan M. M. Adie. 2010. Peluang perakitan dan pengembangan kedelai toleran genangan. Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Bogor. Jurnal Litbang Pertanian, 29(2).

Harjanti, R. A. 2012. Sistem pengairan Intermittern pada System Rice of Intensification (SRI) terhadap pertumbuhan dan hasil padi (Oryza sativa L.) Makalah Seminar Umum (PNB 4080) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Suriadikarta, D.A. dan M.T. Sutriadi. 2007. Jenis-jenis lahan berpotensi untuk pengembangan pertanian di lahan rawa. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 26(3): 115?122.

Fauziyyah, D., T.Hardiyati dan Kamsinah. 2012. Upaya memacu pembentukan kalus eksplan embrio kedelai (Glycine max (L.) Merill) dengan pemberian kombinasi 2,4-D dan sukrosa seacara kultur in vitro. Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman , Purwokerto. Jurnal Pembangunan Pedesaan 12(1): 30-37.

Gunawan, L.W. 1987. Teknik kultur jaringan tumbuhan. IPB-Press, Bogor.

Shofiyah, A. dan A. M. Purnawanto. 2010. Pengaruh kombinasi 2,4-D dan Benzil Amino Purin (BAP) terhadap pembentukan kalus pada eksplan daun Kencur (Kaemferia galangi L.) secara in vitro. Laporan Penelitian Dosen Muda. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Purwokerto.

Bidwell, R. G. 1979. Plant Physiology 2nd edition. New York Macmillan Publishing.

Downloads

Published

2020-06-30

How to Cite

Tanjung, S. P. (2020). Potensi Terbentuknya Kalus Embriogenik Pada Beberapa Varietas Kedelai (Glycine Max (L.) Merill) Toleran Terhadap Kondisi Hipoksia Secara In Vitro. Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi, 8(2), 58-64. Retrieved from https://www.iocscience.org/ejournal/index.php/Fruitset/article/view/1933