Kemampuan Membedakan Bahasa Indonesia Baku dan Tidak Baku Oleh Siswa
Studi Kasus Siswa SMP Negeri 3 Mardingding
DOI:
https://doi.org/10.35335/cendikia.v11i1.1627Kata Kunci:
Standard language, Language is notstandard, DistinguishingabilityAbstrak
This research aims to describe the level of ability of students of State Junior High School 3 Mardingding in the ability to distinguish raw and non-standard Indonesian in Indonesian. The population of this study was 110 Mardingding State Junior High School students, and the study sample numbered 24 people who were taken randomly or randomly. This study uses descriptive methods. Data collection tool in the form of tests distinguishes the standard and not standard Indonesian as many as 70 questions. The data obtained is analyzed using percentage analysis techniques with the formula:

The results of the analysis showed that the level of student mastery of the standard Indonesian of 61.65% and the student's mastery of non-standard language by 63.69%. While the average ability of students to distinguish raw and non-standard Indonesian is 70.04%.
Referensi
Alwi, Hasan, dkk. 1998. Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 1993. Pembakuan Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 1998. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.
Dasar, A. K., & Operasional, B. (1988). A. Metode Penelitian.
Depdikbud. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Dirgantara, Y. A. (2011). Pelangi Bahasa Sastra dan Budaya Indonesia: Kumpulan Apresiasi dan Tanggapan. Garudhawaca.
Gulo, W. 1981. Dasar-dasar Statistika Sosial. Semarang : Satya Wacana.
Hanum, N. S. (2013). Keefetifan e-learning sebagai media pembelajaran (studi evaluasi model pembelajaran e-learning SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto). Jurnal Pendidikan Vokasi, 3(1).
Hascaryo Pramudibyanto, M. P. (n.d.). Ragam, Fungsi, dan Kedudukan Bahasa Indonesia.
Husein, Abdul Rajak. 1992. Bahasa Indonesia Baku, Suatu Panduan Berbahasa Indonesia Dengan Baik dan Benar. Solo : CV. Aneka Solo.
Keraf, Groys. 1991. Tata Bahasa Indonesia. Jakarta : Ende Flores.
Lanani, K. (2013). Belajar berkomunikasi dan komunikasi untuk belajar dalam pembelajaran matematika. Infinity Journal, 2(1), 13–25.
Lapoliwa, H. (1998). Lafal Bahasa Indonesia baku. Makalah Dalam Kongres Bahasa Indonesia VII, Pusat Bahasa, Jakarta.
Mustakim. 1996. Tanya Jawab Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Jakarta : Gramedia.
Pamungkas. 1999. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Surabaya : Giri Surya.
Penyusun, T. I. M. (2007). Bahasa indonesia dalam penulisan karya ilmiah. Bandung: BPDU-Universitas Widyatama.
Purba, Antilan. 1996. Kompetensi Komunikatif Ancangan Sosiolinguistik. Medan : IKIP Medan.
Rahardi, R. K. (2006). Dimensi-dimensi kebahasaan: aneka masalah bahasa Indonesia terkini. Erlangga.
Raharjo, S. B. (2014). Kontribusi delapan standar nasional pendidikan terhadap pencapaian prestasi belajar. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 20(4), 470–482.
Rahayu, M. (2007). Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Grasindo.
Rosdiana, Y. (2014). Hakikat Bahasa. Dalam Y. Rosdiana, N. Supratmi, AN Izzati, T. W. Mundrati, T. Prakoso, L. Setiawati, et Al., Bahasa Dan Sastra Indonesia Di Sekolah Dasar, 1–42.
Sabarinto, Dirgo. 2001. Kebakuan dan Ketidakbakuan Kalimat Dalam Bahasa Indonesia. Jakarta : Mitra Gama Widya.
Setyowati, E. Y. (2013). Analisis Bentuk Tidak Baku Pada Karangan Narasi Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Sambirejo Sragen Tahun Ajaran 2012/2013. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Siregar, A. S. (2013). Pola komunikasi orang tua terhadap anak dalam menanamkan ibadah shalat di Desa Mompang Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu. IAIN Padangsidimpuan.
Soendari, T. (2012). Metode Penelitian Deskriptif. Bandung, UPI. Stuss, Magdalena & Herdan, Agnieszka, 17.
Supriatna, A. (2007). Bahasa Indonesia. PT Grafindo Media Pratama.
WAANGSIR, A. (2010). PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM TESIS MAHASISWA ILMU HUKUM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PAULUS: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA. Universitas Hasanuddin.
Wahyuning, W. (2003). Mengkomunikasikan Moral. Elex Media Komputindo.
Wibawa, S. (2007). Implementasi pembelajaran Bahasa Daerah sebagai muatan lokal. Yogyakarta:“Universitas Negeri Yogyakarta.
WIDYASTUTI, R. (2010). INTERFERENSI BAHASA JAWA DALAM KARANGAN NARASI BERBAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAWIT BOYOLALI TAHUN AJARAN 2009/2010. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


